Cinta terlarang perspektif Tuhan

Cinta Terlarang..

Ketika Takdir dan Restu Ilahi Bersatu..

Cinta ini bagaikan bintang jatuh di siang hari, tak lazim namun penuh keajaiban. Ia adalah bisikan jiwa yang melampaui batas-batas duniawi, sebuah ikatan suci yang terjalin di antara dua hati..

Cinta ini mungkin terlarang di mata manusia, namun ia direstui oleh Sang Pencipta..

Ia adalah melodi surgawi yang mengalun di relung hati, sebuah simfoni cinta yang tak ternilai harganya..

Cinta ini bukan tentang melanggar aturan, melainkan tentang menemukan kebenaran yang lebih tinggi, tentang mengikuti panggilan jiwa yang sejati..

Cinta terlarang ini bagaikan oase di tengah gurun pasir, memberikan kehidupan dan harapan di tengah kekeringan..

Ia adalah tentang keberanian untuk mencintai tanpa syarat, tanpa takut akan penghakiman duniawi, karena cinta ini dilindungi oleh restu Ilahi..

Ia adalah tentang kasih sayang yang abadi, janji yang diukir di langit oleh tangan-tangan malaikat..

Cinta ini bukan tentang ego, melainkan tentang pengorbanan dan pelayanan, tentang mencintai dengan cinta yang tak terbatas, seperti cinta Tuhan kepada umat-Nya.

Cinta terlarang ini bagaikan permata yang bersinar terang di tengah kegelapan, memancarkan cahaya kebenaran dan kasih sayang..

Ia adalah tentang kekuatan untuk melawan segala rintangan, karena cinta ini memiliki kekuatan yang berasal dari Yang Maha Kuasa..

Ia adalah tentang harapan yang tak pernah pudar, impian yang diwujudkan oleh kehendak Ilahi..

Cinta ini bukan tentang keputusasaan, melainkan tentang keyakinan bahwa cinta sejati akan selalu menemukan jalannya, karena ia direstui oleh Tuhan..

Cinta terlarang ini mungkin penuh dengan ujian dan cobaan, namun ia juga penuh dengan berkat dan keajaiban..

Ia adalah tentang menemukan arti sejati dari cinta, dalam setiap doa, dalam setiap air mata, dalam setiap senyuman yang terukir di wajah, karena cinta ini adalah anugerah dari Tuhan..

Jika Tuhan sudah berkehendak, siapa yang bisa melawan..?


Disclaimer:

# just 2nd opinion..

😇👍

🙏

Komentar